News Flash NTT
NASIONAL REGIONAL PILKADA EKONOMI & BISNISHUKUM & KRIMINALGAYA HIDUP PENDIDIKAN OPINI SAINS
covid
kiri
kanan

Ketika Rencana Mutasi Pejabat Bank NTT Berbuntut Konspirasi

0 1.851

KUPANG,newsflashntt.com| Sejak sepekan terakhir ini, kalangan internal PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT dibuat gelisah dengan rencana mutasi ratusan pegawai, bahkan sejumlah pejabat eksekutif.

Santer terdengar,  beberapa pejabat eksekutif yang ikut dalam rencana rolling jabatan kali ini, diduga orang dekat atau kroni titipan Pelaksana Tugas (Plt), Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho.  Bahkan berdasarkan data yang dihimpun redaksi, terdapat tiga orang pejabat eksekutif Bank NTT yang masuk dalam rencana mutasi kali ini. Dimana, ketiga pejabat tersebut yakni, SM, JT dan EW, dengan jabatan Kepala Divisi yang dirolling untuk posisi tertentu.

Namun demikian, investigasi penelusuran redaksi newsflashntt.com, mendapatkan ketiga pejabat ini, diduga meninggalkan persoalan yang sampai saat ini belum diketahui penyelesaiannya, saat menjabat di Cabang Kefamenanu, dan KCU (Kantor Cabang Utama) Kupang. Tetapi hal ini tidak menjadi pertimbangan dari Riwu Kaho dalam melakukan rencana mutasi kali ini.

Berikut beberapa data yang dihimpun redaksi terkait beberapa pejabat yang masuk dalam “daftar merah” pegawai Bank NTT, yang ikut dalam rencana mutasi kali ini. JT misalnya, yang saat ini menduduki jabatan penting di Kantor Cabang Khusus (KCK) Bank NTT, diduga telah dua kali melakukan kesalahan, saat menjadi Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu dan KCK Bank NTT . Dimana pada saat menjabat di Kefamenanu, JT diduga melakukan kesalahan atau kejahatan perbankan, sebesar Rp. 400 juta, yang mengakibatkan dirinya dinon job pada saat itu.

” Waktu itu dalam pemeriksaan ada temuan dana sebesar 400 juta rupiah oleh pemeriksa dan sempat ada sanksi  non job. Tetapi kami heran pejabat ini kok rencana akan dipromosi lagi,” ungkap sumber terpercaya newsflashntt.com, Senin, 10 Agustus 2020.

Menurut sumber tersebut, ukan hanya di Cabang Kefamenanu saja, saat menjabat Pimpinan KCK Bank NTT,  JT juga diduga bersama salah seorang stafnya, melakukan kejahatan perbankan, dengan modus, mengambil uang Rp. 400 juta dari nasabah dalam program Cassback Bank NTT.

Related Posts
1 of 6

” Jadi uang nasabah sebesar 1.2 Miliar ini, hanya diblokir sebesar 800 juta, sedangkan 400 juta dipakai oleh mereka dan nasabah sudah komplain. Ini bukan uang kecil, pegawai teller yang makan 1.2 juta dipecat, sedangkan ini 400 juta kok diam?,” ujarnya.

Selain JT, ada oknum pejabat EW yang saat ini menjabat salah satu divisi di Bank NTT. Dimana, saat bertugas di Kefamenanu,  ada dugaan pemberian kredit sebesar Rp. 1 Miliar lebih kepada oknum pengusaha tanpa jaminan, guna membeli alat berat di Surabaya, untuk kelancaran pekerjaan pengusaha tersebut.

Namun dalam kredit tersebut, jaminan yang diberikan bukan oleh pengusaha yang bersangkutan, tetapi oleh pihak lain. Hal ini menjadi temuan, saat pihak yang asetnya dijaminkan melakukan somasi kepada Bank NTT.

” Masa kredit dikasih tanpa verifikasi jaminan, setelah uang cair baru kelabakan dan jadi temuam internal. Tapi kasusnya kok diam saja, bahkan oknum tersebut rencananya akan dipromosi lagi,” tuturnya.

Lain lagi dengan dengan JT dan EW, SM yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi SDM, ikut disebut akan masuk dalam rencana mutasi untuk jabatan baru. Namun berdasarkan data penelusuran redaksi, SM yang merupakan orang dekat Riwu Kaho, diduga pada saat menjabat sebagai Manejer Bisnis di KCU Kupang, memberikan kredit  sebesar Rp. 6 Milliar yang tidak sesuai dengan peruntukannya atau side streaming. Dimana uang Rp. 6 Miliar tersebut dipakai untuk pembangunan Kalapa Resto di Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang. Dana Rp. 6 Miliar tersebut hanya dipakai untuk pembebasan lahan dan pembangunan fondasi gedung, dan sementara diperiksa di Kejaksaan Tinggi NTT.

” Masalah ini sudah sampai di Kejaksaan Tinggi NTT terkait kasus Kalapa Resto. Tapi kok dia mau dipromosi lagi, dan kenapa Plt Dirut harus pasang orang yang bermasalah seperti itu,” katanya.

Terkait hal ini, Riwu Kaho yang dikonfirmasi oleh redaksi hingga berita ini diturunkan belum menjawab permintaan wawancara. Demikian juga Hilarius Minggu, Direktur Kepatuhan, dimana harusnya memberikan warning dan rambu-rambu terkait aturan perbankan, ketika dikonfirmasi terkait hal ini juga tidak menjawab hingga berita ini diturunkan. (red-nfn-007)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More